huptzzzz sudah lama tak mengobrol di tempat begaul ternama di Indramayu bareng teman lama Retno :) kami berdua memutuskan untuk pergi berkongkow ria. maklum, doi sekarang jadi guru les private jadi jadwalnya bejibun padat merayap hahah untunglah kali ini doi ada waktu buat gw, hahah :D
Gw berdandan rapih dan elegan, maaf gw udah cantik dari sononye jangan iri apalagi dengki yah? dan langsung tancap gas (motor) menuju rumah Eno (retno) yang jauh sekali.. bahkan sampai 3 hari 3 malam.
Setelah terombang-ambing di samudera dan mendaki gunung dengan ninja Hatori, gw sampai di depan rumah Eno dengan selamat!! prok...prok...prok
Tak pakai lama, kami berseluncur menggunakan roket terbang menuju SC, not Senayan City tapi sport center. SC ini tempat anak gaol nongkrong, guys..
Kami langsung duduk di VIP place. Adem.. hahaha kami bercanda gurau, mengobrol serius, tapi sesekali mencuri pandang kalau ada yang keceh badaaaaaiiiii!! :D tapi nyatanya, nihil. Mungkin persediaan cowo keceh lagi abis. hihi
Sedang asyik-asyiknya bercanda datanglah sesosok pria yang sepertinya kalau dideketin bau banget badannya. Wajahnya yang lusuh dan tingkahnya yang aneh. siapakah orang itu? berbicara sendiri, ah!! Sudah bukan rahasia lagi, ini memang orang gila!! gw udah takut banget nih, Eno apa lagi.. Masalah terbesar adalah yang gw pegang sekarang adalah mangkok (apa ya namanya) tahu gejrot, berabe kalau udah refleks nih mangkok bisa nempel di muka tuh orang.
Kami cuma bisa berdoa agar dihindarkan dari aksi orang gila ini. Tapi tiba-tiba, kata terlontarkan dari mulut yang sepertinya agak bau ituu.
"Suka saya,ya?" Katanya sambil memamerkan gigi kekuningannya.
Gw udah merinding gak karuan, apalagi tuh orang sambil ngelihat wajah cute gw. jangan jangan.. eno yang udah takut setengah mati, malah bawa kunci motor katanya sih mau pergi aja kalau tuh orang deketin! sial! itu motor gw, gw balik naik apaaaaa??!!!
Gw sama Eno jadi dibikin ga tenang akan hadirnya makhluk astral itu! oh NO!! Dia bolak-balik ga karuan, sadar dong ini bukan catwalk!!! ditambah lagi, dia nyanyi smabil joget-joget, dasar!! tapi ada sedikit hiburan juga kali yahhh :D
Tidak sedikit orang menertwakan kami saat orang gila itu menggoda gw dan Eno. lu kira gw topeng monyet apa pake diliatin. Untung nih tusuk gigi pendek, kalau gak udah gw tusuk kali nih ke mata lo!! sorry emosi :D
Wah, udah ga keliatan.. pikirku sudah pergi tapi nyatanya dia sedang duduk sendirian dipojokan. mungkin sedang merenung, atau sedang menunggu Eno untuk menghampirinya? Biarlah ini jadi rahasia Eno, orang gila itu dan Tuhan,,
gw ngerti kalau Eno naksir berat sama orang itu, mungkin karena orang itu punya tato, semacam tato hadiah permen karet, kan maco gelaaa!! hahaha peace yah Eno.. :)
Kami ngelanjutin obrolan soalnya tuh orang udah lagi diajak ngobrol hahaha setelah banyak menelan ludah karena es yang kami pesan sudah habis, kami memtuskan untuk pergi dan tanpa diduga-duga, orang gila itu mengejar kami!! what?!!!! kami langsung saja ngebut fiuhhhhh..
Setelah gw nganter eno nih ya, ada hal yang ga Eno ketahui. Gw kejatohan kotoran burung. waw!!! fantastis banget hari ini!!!
Minggu, 21 Oktober 2012
Sabtu, 20 Oktober 2012
Surat cinta pertama...
Aku membuka
mataku secara perlahan, sinar mentari mulai malu-malu menunjukan dirinya. Aku
enggan beranjak dari tidurku, ini terlalu pagi untuk aku memulai kehidupan. Bicara
soal kehidupan, aku tak tahu banyak karena sekarang aku masih duduk di bangku
SD kelas 5. Ironis..
Untung saja
ini hari minggu, aku tak perlu mandi sepagi ini kan? Tapi, aku baru teringat
akan janjiku pada teman-teman! Ya! Bermain bersama. Terlalu pagi memang, tapi
itulah kebiasaan kami berempat. Aku, Neng, Hilmi, dan Agus. Kami sering
melakukan jalan bersama setiap minggu pagi. Bagiku, pagi adalah suci.. Tanpa
polusi..
Pagi ini entah
bagaimana terasa dingin sekali, jadi aku urungkan niat untuk mandi. Ya, sekedar
cuci muka dan sikat gigi saja wajahku masih terlihat cantik hihi. Mempersiapkan
diri secantik mungkin jadi rutinitasku setiap akan bertemu Agus. Ehemm!! Seperti
yang teman-temanku katakan, dia menyukaiku. Sebenarnya, akupun menyukainya
tapi.. aku malu mengungkapkannya dan berlaga kalau aku membencinya. Biarlah ini
menjadi rahasia antara aku dan kamu J
Memang
terlihat aneh, bukan? Anak seusia aku sudah mulai mengerti artinya mengagumi.
Yang aku tahu, kita tak bisa mengatur kepada siapa perasaan ini akan kita
berikan. Biarlah Tuhan yang mengaturnya, semoga pada orang yang tepat.
Aku
melangkahkan kaki keluar rumah untuk menuggu kedua temanku datang yaitu Neng
dan Hilmi. Rumah kami berdekatan, jadi jalan pun tak masalah. Sebelumnya, aku sudah
berpamitan pada ibuku, kebetulan ayah sudah pergi ke pasar pagi-pagi buta. Tak
lupa juga uang untuk bekal beli jajan, maklum kan anak SD.
Aku berkhayal
akan bertemu Agus nanti. Rasanya grogi, jantungku berdebar kencang. Aneh, aku
memang benar menyukainya. Lamunanku buyar ketika Neng dan Hilmi berteriak
kencang memanggil namaku, mungkin sebagian orang ada yang terbangun akibat ulah
mereka. Aku hanya tertawa kecil..
“Nyamper Agus
kan nanti?” Tanyaku sumringah.
“Ya iya lah
kan udah biasanya gitu kali.” Jawab Neng ketus, mungkin karena aku cuekin tadi.
Rumah Agus
memang tak berdekatan dengan kami bertiga, ya hanya lima menit dari rumahku.
Entah kenapa aku semangat sekali bertemu dengan Agus. Tak terasa kami sudah
tepat di depan rumahnya. Kulihat dinding samping rumahnya bertuliskan huruf “R",
teman-temannya bilang, Agus yang menuliskan itu yang berarti, Riris.. Apa iya?
Aku mulai malu tak karuan.
“Agus, agus”.
Kugetarkan suara merduku untuk memanggil sang pujaan hati.
Hilmi dan Neng
hanya bingung melihat tingkah polaku yang tak biasa ini. Mengertilah teman, aku
ini sedang jatuh cinta hihi.. Rupanya tak ada jawaban dari dalam rumah Agus. Tapi,
tiba-tiba keluarlah Ibunya Agus. Wow, calon mertua..
“Agusnya lagi
sakit tuh, jadi ga bisa ikutan.” Katanya lembut. Menenangkan..
“Oh, yaudah
Bu, makasih ya. Assalamualaikum..” Jawab Neng sambil sesekali melirik kearah ku.
Aku tertunduk
lemas. Sejujurnya bukan cemas karena Agus sakit, tapi karena aku tak bisa
bertemu dengannya. Percuma aku pakai seluruh jepit rambut yang kemarin aku beli
ini. Aku tak bisa menyembunyikan rona wajahku yang kecewa ini. Tapi, untunglah
Neng dan Hilmi dapat menetralisir keadaan kacau-balauku ini hihi terima kasih,
teman..
Kami
memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun Kabupaten Indramayu. Kami tertawa,
mengobrol seperti biasa. Tapi kali ini, Hilmi membawa sepasang raket badminton.
Jadi kami bisa bermain. Aku yang paling jago bermain olahraga ini mampu
ditaklukan Hilmi. Menyedihkan..
Tak terasa
sudah 2 jam kami bermain-main disini, memang tak terasa jika waktu kita nikmati
dengan senyuman dan gelak tawa J. Sebenarnya, aku masih ingin bermain tapi, apa daya
kulihat kedua temanku sudah lelah, jadi kami memutuskan untuk pulang.
Setelah menempuh
perjalanan yang sangat melelahkan dengan berjalan kaki, kami pun sampai di
rumah masing-masing.
“Assalamualaikum”.
Salamku pada seisi rumah.
“Waalaikumsalam”.
Adikku menjawab. Sepertinya ibu seang mencuci di belakang, jadi dia tak tahu
akan kedatanganku.
Aku menuju
kamar dan merebahkan diri di kasur, nikmat sekali.. aku menyalakan kipas angin
dan mencoba untuk tidur kembali walau badan penuh dengan keringat. Aku hampir
terlelap, terlelap, terlelap dan..
“Riris…”.
Terdengar suara laki-laki dari luar rumah.
Aku langsung
keluar, mungkin saja Agus. Terlalu berharap yah? Rasa kecewapun hadir kembali
saat yang kulihat adalah Iis, teman sekelasku.
Aku bingung kenapa dia datang ke rumahku? Tapi dia hanya diam saja sambil memberikan
sepucuk amplop berwarna merah muda lalu pergi. Apa ini?
Buru-buru aku
menuju kamarku, dan perlahan kubuka amplop yang berisi amplop tersebut. Ya
Allah! Ini dari Agus! Hatiku rasanya tak karuan, jantungpun rasanya ingin
berhenti berdetak. Aku mulai membuka isi surat itu..
Untuk Riris, di villa penantian..
To the point aja ya ris. Saya tuh suka kamu pas pertama ngelihat kamu. Senyum
kamu bagai bidadari, wajah kamu juga manis. Saya suka kamu. Mau gak kamu jadi
pacar saya? Saya tunggu balasan surat dari kamu ya..
Agus..
Ya Allah aku
tak tahu harus menjawab apa. Ini pertama kalinya aku mendapat surat cinta. Ya! Surat
cinta!! Mungkin agus tak mau bertemu ku tadi pagi karena malu dan memberiku
surat cinta ini. Ya Allah aku ingin menangis. Berlebihan..
Esok harinya
di sekolah. Aku malu untuk bertemu Agus, mungkin Aguspun akan begitu. Sejujurnya,
hari ini aku akan memberikan balasan suratku padanya. Tapi entah mengapa, menatap
matanya pun aku tak berani. Surat ini sudah aku persiapkan tadi malam, entah
ini surat keberapa yang aku buat. Karena, sejujurnya aku tak bisa berpuitis.
Buat : Agus
Dari : Riris
Maaf ya, Gus. Kita kan masih kecil. Jadi, kita fokus saja untuk sekolah.
Lagian kan bentar lagi ulangan umum jadi kita harus belajar. Maaf yah.. mungkin
nant saja kalau kita udah lulus SD yah J
Aku beniat
untuk memberikan surat ini seusai pulang sekolah. Di kelas, tak banyak yang
tahu Agus mengirimkan surat cintnya padaku. Dan aku selalu saja masih
berpura-pura berlaga membencinya dan kadang selalu sok jual mahal. Di kelas,
Agus adalah laki-laki idaman. Teman-teman perempuanku tak malu-malu untuk
mendekatkan diri padanya, kecuali aku!! Aku tak mau seperti mereka, berlebihan…
Kali ini,
sekolah pulang agak cepat karena guru-guru akan bersiap untuk rapat. Aku akan
memberikan surat ini jika Agus sendiri. Tapi, Agus malah asik-asikan dengan
teman-teman perempuan di kelas kami. Aku ingin mendekatinya, tapi malu. Lagi pula,
saat di kelas dia tidak menunjukan tingkah yang spesial kepadaku, aku jadi ragu
apa benar itu surat dari Agus?
Aku memutuskan
untuk pulang saja, mungkin lain kali saja aku berikan surat balasan ini. Aku berjalan
pulang sendirian, kebetulan teman sebangku ku sakit. aku terus saja berfikir,
apa aku harus memberikannya? Aku terhenti di temptt duduk tak jauh dari
sekolahku berada. Tanpa berfikir panjang, aku robek kertas itu dan membuangnya.
Tak penting juga aku membalasnya, lagipula akan menurunkan imageku. Karena yang
teman-teman tahu, aku itu membenci Agus.
Tingkat
kegengsianku memanglah tinggi. Mungkin teman-temanku tahu kalau aku menyukai
Agus tapi, aku sekuat tenaga untuk meyakinkan mereka bahwa aku membenci Agus.
Sampai ulangan
umum kenaikan kelas usai, aku tak pernah memberikan balasan surat cintaku pada
Agus. Bahkan, aku terlihat tidak menyukainya. Padahal, aku amat mengaguminya. Lagi-lagi,
ini karena tingkat keegoisanku yang tinggi.
Kelas 6 kami
lalui dengan cepat, serasa.. tak terasa, hari ini adalah hari perpisahan
sekolah kami. Sedih harus meninggalkan teman-teman dan sekolah ini. Terutama,
Agus.. aku melihatnya dengan agak lama sampai aku mengalihkan pandanganku saat
Agus membalas pandanganku.
Aku dan
beberapa temanku memainkan angklung sambil bernyanyi, tak terasa air mata jatuh
begitu saja. Aku benci akan perpisahan, tapi itu adalah sesuatu yang tak bisa
kita hindarkan. Dan hari ini berlalu dengan tangisan..
Sekarang, kami
buakn lagi anak SD. Ini hari ke-4 setelah acara perpisahan itu terjadi. Aku bertekad,
hari ini akan pergi ke rumah Agus dan menyatakan cinta. Sebelumnya, aku sudah
mengumpulkan segala keberanian untuk hal ini.
Bersama Neng,
aku menuju rumah Agus dengan semangat. Hatiku berdebar, surat cintaku ini sudah
rapih terlipat.
“Assalamualaikum,
Agus,,”. Sapaku lembut dan kuulangi berkali-kali karena tak ada jawaban.
Tiba-tiba
seorang perempuan yang juga tetangganya menghampiri kami berdua,
“Cari Agus
yah?”. Tanyanya.
“Iya, tahu
Agus kemana gak, Bu?”
“Udah pindah
waktu kemarin, katanya ke Subang.”. Jawabnya sambil berlalu karena anaknya
merengek.
Deg! Hatiku remuk!
Bagaimana bisa Agus pindah tanpa memberitahuku? Aku baru saja akan membalas
suratnya, surat yang aku persiapkan hampir setahun ini. Aku meneteskan air
mata, Neng hanya mengelus punggungku.. ini surat yang pertama aku terima..
Kalau mengingat
hal itu, hatiku masih terasa sedih..
Aku menuliskan
puisi untuknya setelah dia pergi..
Surat Cinta lama
Mataku tak bisa kualihkan
Dari selembar kertas usang
Berwarna merah muda memudar
Itu surat yang pertama kali aku terima
Saat aku masih terlalu muda untuk mengenal
cinta
Sejujurnya, aku malu menerimannya
Tapi, apa daya
Sejenak ku bertanya
“Dimana dia sekarang?”
Aku ingin bertemu dengannya
Dan ucapkan cinta padanya
(cerpen ini berdasarkan
pengalaman pribadi penulis)
Apa salah alay?
Alay sedang menjadi trending topic di jaman sekarang,. Memang, kehadirannya selalu menuai kontroversi. Bukan itu saja, gerak-gerik alay juga sudah banyak menjadi sorotan publik saat ini. Apa yang salah dengan alay? Berbeda kah? Atau kita itu sama?
Kesan buruk selalu datang ketika mendengar kata "alay". Itulah letak kesalahan kita, mereka (alay) bukanlah masalah yang serius bagi diri kita. Kadang, kita lebih mudah untuk mencibir orang lain daripada harus berkaca pada diri sendiri. Saya pun begitu adanya.
Kehadiran alay di muka bumi ini banyak mengganggu di sebagian orang. Menurut mereka, alay adalah sekelompok orang yang norak dan tidak bisa berkaca. Saya sering menemui artikel tentang penolakan alay, bahkan di salah satu media sosial, saya menemukan group anti alay. Tetapi, apa yang saya lihat? Penghuni group itu juga adalah alay.
Apa yang salah dengan alay? Apakah ini pemikiran kita yang salah tentang alay? Menjadi alay bukanlah hal yang hina dan dosa, bukan? lalu untuk apa kita mencibir? Seperti itulah kita bahkan saya, selalu menganggap orang lain rendah.
Alay hanyalah predikat yang diberikan oleh orang lain. Seperti halnya orang lain berkata bahwa diri kita cantik, pintar, padahal kita tak pernah merasakan hal itu. Mungkin kita akan terliat alay di depan orang banyak tanpa kita sadari. Karena hal yang paling mutlak tentang diri kita adalah berasal dari mulut orang lain.
Bagiku, alay tak mengganggu. Mereka tak menggangguku, mencibirku bahkan membenciku. Lalu untuk apa aku lakukan hal buruk itu kepada mereka? Biarkan mereka senang dengan dunia mereka saat ini.
Alay atau gaul nya seseorang bukan dilihat dari apa yang kita kenakan, bagaimana kita berbicara. Tapi, lihatlah bagaimana kita BERPIKIR!! Tanpa sadar, kita tak pernah berpikir bahwa ketika kita mencibir dan membenci mereka (alay), kita adalah salah satu bagian dari mereka. Kata umpatan yang terbuang dari mulut kita, apakah itu hasil berpikir? Jika alay tak dapat berpikir, apa bedanya alay dengan kita?
Aku pernah mencibir mereka. Bahkan sering.. Tapi aku sadar, mereka bukanlah musuh terberat dalam hidup. Aku menganggap bahwa mereka hidup dengan nyaman.
Mereka hanya ingin dihargai dan dianggap ada. Tak ada seorangpun mau mendapatkan predikat JELEK di mata orang banyak. Begitupun dengan mereka, kamu dan aku. Mereka selalu tersisihkan, terpojokkan, bahkan sering mendapatkan kata umpatan yang jelas merusak perasaanya. Lalu siapa kita? Kita berpikir tidak alay? Mengumpat mereka dengan kata yang tak pantas, apa kita bukan alay? sampai saat ini aku bertanya; APA SALAH ALAY?
Kesan buruk selalu datang ketika mendengar kata "alay". Itulah letak kesalahan kita, mereka (alay) bukanlah masalah yang serius bagi diri kita. Kadang, kita lebih mudah untuk mencibir orang lain daripada harus berkaca pada diri sendiri. Saya pun begitu adanya.
Kehadiran alay di muka bumi ini banyak mengganggu di sebagian orang. Menurut mereka, alay adalah sekelompok orang yang norak dan tidak bisa berkaca. Saya sering menemui artikel tentang penolakan alay, bahkan di salah satu media sosial, saya menemukan group anti alay. Tetapi, apa yang saya lihat? Penghuni group itu juga adalah alay.
Apa yang salah dengan alay? Apakah ini pemikiran kita yang salah tentang alay? Menjadi alay bukanlah hal yang hina dan dosa, bukan? lalu untuk apa kita mencibir? Seperti itulah kita bahkan saya, selalu menganggap orang lain rendah.
Alay hanyalah predikat yang diberikan oleh orang lain. Seperti halnya orang lain berkata bahwa diri kita cantik, pintar, padahal kita tak pernah merasakan hal itu. Mungkin kita akan terliat alay di depan orang banyak tanpa kita sadari. Karena hal yang paling mutlak tentang diri kita adalah berasal dari mulut orang lain.
Bagiku, alay tak mengganggu. Mereka tak menggangguku, mencibirku bahkan membenciku. Lalu untuk apa aku lakukan hal buruk itu kepada mereka? Biarkan mereka senang dengan dunia mereka saat ini.
Alay atau gaul nya seseorang bukan dilihat dari apa yang kita kenakan, bagaimana kita berbicara. Tapi, lihatlah bagaimana kita BERPIKIR!! Tanpa sadar, kita tak pernah berpikir bahwa ketika kita mencibir dan membenci mereka (alay), kita adalah salah satu bagian dari mereka. Kata umpatan yang terbuang dari mulut kita, apakah itu hasil berpikir? Jika alay tak dapat berpikir, apa bedanya alay dengan kita?
Aku pernah mencibir mereka. Bahkan sering.. Tapi aku sadar, mereka bukanlah musuh terberat dalam hidup. Aku menganggap bahwa mereka hidup dengan nyaman.
Mereka hanya ingin dihargai dan dianggap ada. Tak ada seorangpun mau mendapatkan predikat JELEK di mata orang banyak. Begitupun dengan mereka, kamu dan aku. Mereka selalu tersisihkan, terpojokkan, bahkan sering mendapatkan kata umpatan yang jelas merusak perasaanya. Lalu siapa kita? Kita berpikir tidak alay? Mengumpat mereka dengan kata yang tak pantas, apa kita bukan alay? sampai saat ini aku bertanya; APA SALAH ALAY?
Korean fever? Siapa takut…
Menjamurnya bintang dan drama-drama Korea di layar kaca pertelevisian
Indonesia telah menghipnotis jutaan pasang mata yang melihat. Animo masyarakat
Indonesia terhadap keberadaan pengaruh Korea ini sangat tinggi, bisa dilihat dari
perubahan gaya hidup yang mengkiblatkan pada Negara gingseng tersebut.
Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah perubahan dari cara berpakaian
yang meniru dari selebritis Korea. Sering kita jumpai di mall atau pusat
perbelanjaan lainnya, para remaja berdandan ala korea, dari pakaian, make up,
gaya rambut, dll. Ini mencirikan bahwa pengaruh korea sangat diterima baik di
hati masyarakat Indonesia. Tak jarang dari mereka rela-rela menyempatkan waktu
mereka untuk belajar bahasa Korea.
Seperti fenomena yang sudah ada di Indonesia, demam koreapun banyak
membawa manfaat.
Dilihat dari dunia permusikan, demam korea menginspirasi para muda-mudi
bangsa untuk berkreasi dan berinovasi dalam dunia music tanah air, seperti
hadirnya boyband atau girlband yang sekarang popularitasnya sedang naik daun.
Atau lebih bisa membuka cakrawala pengetahuan kita akan kebudayaan Negara
orang.
Boyband atau girlband Indonesia membuat panggung music Indonesia lebih
berwarna, ditambah lagi dengan wajah-wajah khas oriental yang mereka punya yang
menjadi daya tarik dari penampilan mereka. Music yang energic serta diiringi
dengan dance yang mengagumkan menjadikannya mereka dipuja-puja saat ini.
Music yang disuguhkan boyband atau girlband Indonesia ini tidak jauh
berbeda dengan musik yang dibawakan boyband/girlband korea. Musik yang atraktif
dan mampu membuat pendengar ingin menari inipun laris di pasaran. Genre yang
menjadi kiblat kebanyakan boyband/girlband Indonesia inipun dinamakan K-Pop
atau Korean pop.
Tidak hanya dalam genre musik saja yang mampu menghipnotis banyak orang,
melainkan wajah-wajah dari boyband/girlband Indonesia inipun mampu menyedot
perhatian pecinta music tanah air. Kulit putih, wajah oriental, dan gaya yang
hampir serupa dengan korea inipun menjadikannya sebagai idola baru di kalangan
remaja Indonesia.
Tetapi, yang harus kita perhatikan adalah jangan sampai identitas kita
sebagai orang Indonesia memudar. Karena bagaimanapun juga hasil karya bangsa
sendiri adalah yang terbaik.
Jumat, 19 Oktober 2012
Ayo menulis :)
Menulis adalah aktivitas menyusun atau merangkai
kata, frasa, kalimat dan alinea serta dimensi-dimensi lainnya sehingga menjadi
satu kesatuan yang padu dan utuh sebagai sebuah tulisan/narasi (Firdaus Putra
A., 2008:3), hasilnya disebut tulisan (baca: karya tulis) dan orangnya disebut
penulis.
Menulis juga dianggap sebagai kegiatan yang sulit loh. masa iya sih? Padahal, untuk pemula sih mudah saja kalau ingin bisa menulis. Yang pertama kita lakukan dan yang terpenting adalah TEKAD dan NIAT!! wuihhh ngeri.. Tapi bener loh, kalau kita ingin melakukan segala sesuatu yang baru, cobalah untuk NIAT!! Jangan sampe nih yaaa, sesuatu yang kita lakukan itu adalah hasil PAKSAAN. Soalnya bakal gak bagus juga hasilnya hihi :)
Abis tekad dan niat apa lagi nih Ryz? Wuihhh tenang-tenang.. apa kalian udah ada niat nih buat nulis? Oke nih.. Setelah kalian sudah mematangkan pikiran dan perasaan (lebay..) baru deh kalian mencoba menggali ide atau gagasan yang mau kalian ambil untuk bahan tulisan yang akan kamu buat!! Memang sih, menggali ide
gagasan itu sangat sulit. Terbukti nih dari ucapan Henry Ford yang
mengatakan bahwa "Berpikir adalah pekerjaan yang paling berat dari
antara segala macam pekerjaan. Itulah sebabnya sedikit sekali orang yang
senang melakukannya" Waduh susah dong? GAMPANG kok!! Caranya dengan MEMBACA!! Membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang ga akan pernah kepisah, kaya anang-ashanty gituu hahah dengan membaca, kalian akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak dan otomatis kalian akan mendapatkan ide atau gagasan yang luas juga sob!!
Tahukah kamu? otak manusia itu mampu menciptakan 1000 ide gagasan dalam setiap harinya.
Hal yang paling mudah untuk menemukan ide gagasan adalah coba untuk menuliskan tentang diri kalian sendiri, hal yang ada di sekitar kalian, seperti keluarga, teman, bahkan alam..
Setelah menemukan ide gagasan, kalian cobalah untuk merangkai kata. Tak perlu indah, ataupun puitis. Cukup dengan bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti bagi sang pembaca ;) Misalnya tentang dirimu sendiri, pengalaman masa lalumu, atau tentang keindahan Indonesia. Yang terpenting!! kalian harus percaya diri akan tulisan yang kamu buat, sob!! jangan pernah berpikir bahwa tulisan yang kamu buat itu tidak bagus. Tapi, berpikirlah bahwa menulis itu menyenangkan!! :D dan..
SELAMAT MENULIS :)
Langganan:
Postingan (Atom)