Senin, 26 Mei 2014

Hujan ini...

     Bukan aku membenci hujan, atau cara nya ia turun dari awan. Atau bukan juga bentuk humiliasi ciptaan Tuhan Maha Agung ini. Tapi, aku merasa hujan di malam ini turun tak tepat waktu.
Bagaimana Tuhan bisa tahu aku sedang merindu? Sehingga Tuhan menjatuhkan hujan agar serasi dengan suasana hati? Hujan ini, mengingatkan aku pada waktu itu. 
Bisakah Tuhan mencabut kekuatannya agar gravitasi tak pernah ada? Aku ingin menghempaskan sesuatu; rindu. Ku hempaskan jauh, hingga tak pernah jatuh lagi ke bumi. 

Bukan maksutku membenci hujan. Aku suka wanginya, petrichor!
Hanya saja, kenapa selalu ada sendu disaat hujan turun?

Selasa, 15 April 2014

Cantik? Hemmm....

     Well, udah lama nih gak nulis di blog kesayangan. Maaf akhir-akhir ini sibuk ngurus wajah yang udah mulai banyak numbuh jerawat dan komedo, belum lagi olahraga biar perut ga makin membuncit, pokoknya ini itu deh yang berbau menjaga keindahan dan kecantikan. Ceileeeeh.
     Bicara soal kecantikan nih ya.. Emang hal yang paling krusial buat kita para kaum wanita. Atau mungkin di jaman sekarang, pria pun banyak yang sudah berlangganan salon untuk spa dan perawatan lainnya. Intinya, siapa sih yang tak mau terlihat indah dan cantik?

     Definisi cantik memang tak pasti. Setiap manusia mempunyai pandangan dan pendapat tersendiri mengenai cantik itu apa? Bahkan kriteria cantik di berbagai negara pun berbeda-beda. Pernah dengar suku Kayan di Burma dan Thailand? Mereka menganggap wanita di suku nya cantik adalah ketika leher si wanita ini memanjang seperti jerapah. Oleh karena itu, wanita di suku Kayan sudah memakai gelang yang melilit ke lehernya sejak berumur 5 tahun. WOW!
     Menurut aku pribadi. Cantik adalah dia yang memiliki kulit bersih dan sehat, bertubuh ideal dan sehat, memiliki rambut yang tebal dan sehat, dan memakan makanan yang sehat.
     Di Indonesia sendiri, setelah adanya Korean wave berkembang. Berbondong-bondong wanita Indonesia mengikuti style dan gaya hidup negara gingseng tersebut. Produk-produk kecantikan yang berbau dengan Korea pun semakin merajalela di pasaran. Statement mengenai kulit putih dan mulus adalah cantik, atau cantik adalah dia yang mempunyai kulit putih nan mulus pun semakin digembar-gemborkan. Tak heran, banyak wanita Indonesia memakai produk pemutih. Sampai ada produk pencerah wajah yang bahan-bahan nya menggunakan bahan dari negara Korea tersebut. Saya termasuk salah satu konsumen nya hahah
     Lalu bentuk tubuh para member girlband Korea pun yang mulus dan langsing, membuat kebanyakan wanita iri dibuatnya. Lalu muncul lah banyak produk pelangsing tubuh beredar, mulai dari melalui iklan di televisi sampai menggunakan jejaring sosial dengan "Asli Korea" nya.
     Bicara soal iklan, rasanya tidak adil kalau mengumbar kata putih merona itu cantik. Kenapa selalu men-standarisasi-kan sebuah nilai kecantikan? Iklan sangat besar pengaruhnya pada calon konsumen, karena melakukan propaganda dan persuasif. Oleh karena itu tidak heran wanita merasa tidak percaya diri ketika kulit mereka gelap. Bukan kah kulit yang sehat lebih baik dari pada kulit yang putih namun tak sehat?
     Indonesia memiliki ragam suku, bahasa dan tentunya warna kulit. Ada yang cenderung putih, kuning langsat, coklat bahkan hitam. Lalu kalau saja masih berpikir yang putih itu cantik, bagaimana nasib yang berkulit gelap? Cobalah iklan menggunakan kata "Apapun warna kulitmu, asalkan sehat dan terawat" itu lebih bijak :) termasuk saya yang berkulit gelap pun merasa senang wkwkwk
     Kenapa wanita ingin tubuh yang langsing dan tinggi? Tak heran, karena para model catwalk sangat menarik dengan tubuhnya yang tinggi semampai. Lalu muncul lah produk pelangsing dan peninggi badan di televisi maupun di media sosial, khususnya twitter yang banyak saya jumpai.
     Saya bertubuh tinggi dan langsing. Banyak orang yang iri dengan bentuk tubuh saya tanpa mereka tahu betapa susahnya saya hanya untuk menaikkan berat badan. Betapa sengsara nya saya ketika mencari celana jeans yang pas, karena selalu ngatung? Susah nya mencari sepatu lucu karena ukuran kaki saya yang tidak wajar?
      Justru saya iri dengan wanita yang memiliki badan berisi dan tidak terlalu tinggi. Mereka dengan mudah mencari ukuran celana jeans maupun sepatu. Lihat! Ada banyak orang yang ingin dengan keadaan diri kita.

     Tulisan saya ini bukan ingin men-judge siapapun. Hanya saja, kecantikan itu bukan dilihat dari bentuk tubuh, warna kulit yang distandarisasikan. Semua cantik dengan cara pandang nya sendiri.
Asalkan kita mampu berdandan sesuai dengan umur, bentuk tubuh dan karakteristik kita segalanya pasti terasa pas dan sesuai. Ada banyak orang diluar sana yang ingin menjadi seperti kita, lalu mengapa kita ingin menjadi mereka? Hidup sehat dan olahraga saja cukup. Yang alami biasanya lebih tahan lama..:')

Terimsss :****** 

     
    

Rabu, 26 Maret 2014

Kau, imajinasiku :)

Mengapa kamu terlalu indah untuk aku pandangi setiap harinya?
Selalu menjadi imajinasiku?
Kamu menarik untuk aku tulis di setiap lembar hidup.
Aku berlebihan? Bukankah jatuh cinta itu menyenangkan?

Aku tak bisa menahan gejolak ini. Memandangi mu untuk waktu yang lama, menelaah setiap guratan senyum manismu dan tahi lalat di atas bibirmu mampu membuat aku sulit tertidur.
Ada apa dengan pikiran ku saat ini?
Setiap paginya, adalah kamu yang selalu menyeruput teh manis di kantin kampus. Memakai jeans belel dengan kaos hitam polos yang membuat mu semakin terlihat cuek. Aku suka dengan gaya itu.
Aku mengagumi untuk waktu yang lama..

Terlalu asik memandangi mu dari kejauhan, tak ada keberanian untuk mendekat. Jantung begitu sesak, tangan berkeringat dan entah apa lagi yang membuat aku bertahan untuk tetap memperhatikan mu dari sini, dari jauh..
Biarkan, kusimpan saja rasa ini. Ada hasrat untuk mengungkapkan, andai saja kamu melihat ku..
Ku takut cinta ku tertolak..

Tolong aku, aku terjerat akan pesona nya..
Atau, biarkan aku terjerat!!

Kau membuat ku tersenyum sendiri. Membuatku semakin sering berkaca, berdandan dan melakukan hal yang paling tidak suka aku lakukan.

  Di sini, tepat di perpustakaan, aku pertama kali melihat mata tajam mu sedang sibuk mencari buku. Aku ada di samping mu pada saat itu, sibuk juga, sibuk memperhatikanmu mengunyah permen karet. Sedikit terdengar musik rock dari headphone yang kau pakai. Aku  menikmati masa dimana aku mulai memperhatikanmu dari dekat. Dan itu awal bagaimana aku bertahan sampai saat ini hanya untuk mengagumi mu dari kejauhan :)


Untuk Ima.. Sahabatku..

   
   Untuk sahabatku, Ima di pelukan Tuhan.

Bagaimana kabarmu? Ingatkah dengan aku? Aku Riris, sahabatmu sewaktu kecil. Yang pernah sama-sama berkhayal menaiki pesawat bersama.
Apa yang bisa kamu lihat di surga sekarang? Indahkah? sama indah nya kah dengan teras rumah ku yang kita pakai untuk bernyanyi?
Tidak terasa waktu berjalan semakin cepat. Kurasa, jika kamu masih ada disini, kau sama cantiknya dengan ku.

Terima kasih atas boneka terakhir mu untukku, itu sangat lucu. Tulisan "Best friend" sangat membuat ku yakin, bahwa kamulah yang terbaik.
Masihkah ingat saat ayah ibu ku membelikan meja belajar untukku? Saat itu kamu mengelus rambutku, menyuruh ku rajin belajar.

Ima, kau yang terbaik!
Tuhan menyayangi mu dengan sepenuh hati Nya.

Masih teringat jelas dalam memori ku saat ini. Kita sama-sama belajar menaiki sepeda. Aku selalu terjatuh sampai memarahi sepeda. Tapi kamu menarik ku lalu mengajariku, padahal kamu sendiri pun masih terjatuh. Hingga akhirnya, kita sama-sama bisa bermain sepeda.
Aku rindu padamu..
Bolehkah aku menangis, Ima?
Bukan tak merelakanmu, hanya saja kenapa kita tidak bisa menghentikan waktu agar kita bisa bersama lebih lama?
Kenapa begitu cepat senyum itu memudar?
Bolehkah aku menangis?
Sambil memandang foto kita, yang sedang senyum dengan sepeda...

Senin, 24 Maret 2014

Kehilangan...

Pagi ini entah kenapa terasa sendu, matahari enggan menampakkan wajahnya di hadapanku. Bahkan teh manis buatan ibu cepat sekali mendingin.
Ku tengok ke arah luar lewat jendela kamar ku, hanya ada sepasang burung yang asik mengobrol, entah apa yang dibicarakan.
Akhir-akhir ini aku juga merasakan sendu. Merasakan kehilangan...

Hal yang terberat yang bisa diterima manusia adalah menerima sebuah kehilangan. Entah barang, bahkan kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Sempat terlintas dalam pikiranku, kenapa manusia terlalu berlebihan dalam menghadapi situasi itu?
Rasa kehilangan memang aneh, lambat laun pikiranku berubah. Setelah merasakan hal itu.

     Segala sesuatu di dunia ini adalah milik Tuhan, tapi bisakah Tuhan tidak menghilangkan apapun dari diri kita?
Membiarkan segalanya hidup abadi, yang dalam kenyataannya segala sesuatu tak ada yang abadi. Atau setidaknya Tuhan tak membuat kita tua agar kita bisa menghentikan waktu.

Aku teramat sedih, dia tak mati meninggalkan ku. Hanya saja kenapa dia pergi begitu saja? Bukankah ini menyakitkan?