Senin, 23 September 2013

Adikku sudah besar..

     haloooo sahabat blog ku dimanapun kalian berada! Semoga selalu dalam lindungan yang Kuasa yah :) dan semoga enggak bosen untuk baca postingan di blog ini. Aku sadar kok banyak banget yang harus diperbaiki dari kosa kata yang aku gunakan. Konspirasi kemakmura, kotroversi hati dan aaah! semakin gila aja aku hehe 
     Well, di tulisan ku ini, aku akan mencoba menceritakan sedikit tentang hubungan ku dengan adik. Abil biasa kupanggil.

     "Suatu hari, kalau ibu dan ayah gak ada. Abil akan membutuhkan Riris sebagai kakak juga pelindungnya" Jadi teringat kata ibu.. 

     umur kami yang hanya terpaut 3 tahun ini membuat kami sering sekali berkelahi. Dari mulai masalah pinjam-meminjam charger sampai ledek-ledekan. Saat menaiki motor dengan ayah, aku dan Abil berebut untuk duduk di depan, dan ya yang menang tentu Abil. Haaaa anggap itu sebagai bumbu penyedap untuk hubungan aku dan Abil.
       Jadi teringat ketika kami sama-sama masih imut dan menggemaskan. Kami selalu bersama disegala suasana (halah, apa ini haha) Ayah yang selalu membelikan baju yang sama untuk kami berdua (baju saras 008, panji millenium, kemeja) sampai topi tersayang haha gunanya agar aku dan Abil tidak saling iri satu sama lain. 
     Tak hanya pakaian yang sama, saat masih menginjak bangku sekolah dasar, Abil suka sekali meniru apa yang aku lakukan. Seperti ketika aku mendekorasi kamar dengan gambar-gambar, dia juga melakukannya. Lucu.. sama persis. 
     "Abil selalu ikutin Riris, karena cuma Riris yang dekat dan sering main sama Abil. Jadilah contoh yang baik" Jawab ibu setelah ku bertanya kenapa Abil selalu mengikuti apa yang aku lakukan.

     Banyak sekali hal konyol yang kami lakukan saat kami kecil. Aku tidak ingat persis, tetap ibu bercerita kami sangat dekat dulu..




Sekarang, aku rindu masa itu. Masa dimana aku dan Abil bermain bersama. Sekarang, kami jarang bercerita. Sudah tak lagi melakukan permainan menunggangi bantal yang kami tumpuk. Tak terasa waktu begitu cepat untuk kami lalui, sekarang dia sudah besar. Sudah punya pacar.,
     Aku merindukan adik kecilku. Yang lucu, yang tak suka memakai sandal. 




Selasa, 10 September 2013

Aku BERUBAH sedikit, lho!

     Haloooo blog dan se-isinya apa kabar? Lama banget gw ga nulis di blog gw ini. Maaf ya, sekarang ini gw lagi  menjajal peruntungan di dunia baru. Weitsssss, bukan dunia ghoib atau semacamnya. Jadi gw ikutan ormawa gitu deh, tau ormawa kan? Yang mahasiswa tau deh pasti :)) 
     Ngomongin soal organisasi, club, kelompok dsb kita ga terlepas sama apa yang namanya "KOMPAK", kompak yah bukan OPAK -____- (ga lucu) atau bahasa mahasiswa nya solidaritas. Wuihhhh
     Udah ah, bahas gituan aku suka rada ga paham zzzz


NEXT yah, semenjak gw gabung dengan ormawa (sekali lagi ormawa bukan nama girlband), kehidupan percintaan, rasa, lelah, galau, ehhhh apasih -__- mksut gw kehidupan pribadi gw "agak" sedikit berubah. Ya setidaknya gw bisa merasakan hal yang selama ini belum pernah gw rasakan sebelumnya wuihhhhhhhhhh mau kasih contoh gak? *bayar cibu* contohnya, gw sekarang punya banyak temen, gak kuliah-pulang, banyak ikut rapat, bla bla bla
      Biasanya, pulang kuliah itu jalan ke mall bareng temen sekelas tapi dikata hedonis -__- padahal cuma nampang doang, beli nya kagak -___- hahha terus sejak masuk ormawa wajah saya menjadi cerah hahaha apalagi ini! Maksut aku sejak masuk ormawa aku sekarang jadi jarang ke mall dan jarang diangap anak hedonis. Yehhhhh terima kasih tongfeng, eh ormawa :)) *tampang sok imut*


      Gw jadi berfikir, kadang kita harus mencoba hal yang belum pernah kita rasakan. Berani untuk mengambil keputusan dan harus berani bertanggung jawab akan keputusan yang telah kita ambil. Berani menghadapi tantangan. Asik hahaha
         Bisa dibilang gw looser, pengecut gitu. Dikit-dikit nangis atau apa deh pokoknya lemah banget. Tapi, sejak bertemu dengan teman baru, hari baru, situasi baru di ormawa, gw mulai terbiasa ngehadapin hal yang tak terduga. Dompet ketinggalan, atau apa gitu hahaha
       Hidup bukan hanya ingin disenangi tapi berani untuk dibenci. Di ormawa siapapun berhak untuk menyenangi seseorang lainnya bahkan membencinya. Orang yang menyenangkan, cantik, imut, superior, supermie dll kaya gw bisa jadi banyak dibenci ketimbang orang yang jutek, pelit, nyebelin dsb. Udah gw bialng kan, banyak hal yang ga terduga bisa dateng kapan aja di hidup kita. 
      
      

Sabtu, 24 Agustus 2013

Diam

      Maaf,  mencintai mu dengan diam ku. Aku tak perlu menjelaskan kenapa aku begitu. Biarkan ini menjadi rahasia antara aku dan Tuhan. Diam ku hanya saat ini, saat mulai mencintaimu, tanpa kata..
     Dalam diamku, berjuta kata terhubung dan entah bagaimana mulut dan seisinya menolak untuk berbicara padamu. Takut, katanya.
     Entah bagaimana takut bisa ada,


     Mencintaimu tanpa kata, tanpa mengharapkan kau dengar dan berharap kau tahu? Itu mustahil? Haaa aku mulai gila. Bukan karena aku bisu, aku gila karena aku hanya bisa diam.
     Aku tak pernah menyalahkan Tuhan atau siapapun yang membuat aku tak bisa berkata.
     Aku hanya diam.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Sesi Curhat : Gw harus gimana?

     Ehem! Gw gak tau harus ngawalin darimana. Well, gw sekarang lagi kalut. Ngerti kalut kagak? jangan iya-in aja haha 
     Seperti yang udah pernah gw jelasin di tulisan gw sebelumnya, gw bukan soserang yang suka dengan banyak aturan, bukan seseorang yang penuh dengan kedisiplinan yang tinggi, taat beribadah, serius level dewa, bukan juga seseorang yang banyak mengerti akan ilmu. Apapun ilmu itu.
     Apatis? Well, yeah it's me maybe. Gw penyuka hal-hal unik, kreatif, santai, dan agak sedikit "nyeleneh" dan gw yakin ada sebagian orang yang menganggap gw remeh. Haha itu wajar. Karena gw pun bukan seseorang yang banyak mengerti akan ilmu.


     Setiap orang, manusia, jiwa, pikiran dan sebagainya memiliki caranya masing-masing untuk berpendapat, menjalani kehidupannya. Kita tidak bisa memaksakan satu individu menjadi individu yang lain. Baik dan buruk seseorang biarlah menjadi pilihan individu itu sendiri. Kita hanya sebagai pengarah/petunjuk bukan sebagai penentu cara berfikir orang kan?
      Pertanyaan gw, apa gw masih berguna untuk ikut mengambil keputusan, memberikan saran, ikut serta dalam kegiatan? Setelah tahu bahwa gw seorang apatis, nyeleneh, tak punya banyak ilmu? HAHA 
     Ibu pernah mengatakan kalimat sederhana ini namun makna nya sangat dalam sampai menembus perut bumi. "Jika ide yang sudah kita sampaikan dan menurut ide kita itu bagus namun tak bisa (mereka) terima, maka diam dan menerima ide yang lain adalah cara menghindari konflik dengan orang lain" 

Rabu, 24 Juli 2013

Untuk sang calon mertuaku, siapapun itu..

     Hay calon mertua. Hemmm apa kata "Hay" tadi kurang sopan? Baiklah, Assalamu'alaikum, calon mertua ku. Siapapun dan dimana pun itu.
     Perkenalkan, nama ku Riris. Yang Insya Allah akan menjadi calon menantumu. Sebelumnya, salam cinta ku untuk anakmu yang kelak akan menjadi imam dalam hidupku. Kembali pada diriku, aku wanita yang tak gemar memasak namun mampu menulis cerita untuk anakku kelak agar cepat tidur. Aku senang sekali menulis, apa saja. Wanita yang pandai menulis, menurutku sangat keren. Untuk urusan masakan, bukankah, sekarang banyak penjual makanan cepat saji. Jadi untuk apa aku memasak? Haha tidak, itu kukatakan karena aku tidak bisa memasak. Tidak, aku bisa memasak tetapi mungkin... ah sudahlah, aku sudah "minus" di mata Anda sekarang..
     Menulis memang keahlianku, tapi entah untuk membacakan dongeng untuk anakku. Bisa atau tidak? Tapi yah, aku bisa mengajari anakku bermain basket, badminton atau olahraga lainnya. Bukankah itu penting? Olahraga sehat dan menyenangkan. 
   Untuk urusan bangun pagi, aku memang bisa.. Hanya saja aku suka terlelap kembali jika terlalu lama berada di kasur. Apa wanita yang bisa bangun pagi menjadi syarat calon menantu idaman? Kalau saja iya berarti aku telah gugur sebelum berperang. Tapi, tunggu dulu! Aku bisa membuat hal kreatif lainnya agar anggota keluarga senang. Tidak tertarik ya, bu mertua? Baiklah..
   Sejujurya, bu calon mertua.. Aku ini agak sedikit tomboy begitu. Keluarga, tetangga, teman memandangku sebagai wanita yang tidak seperti wanita, mmm bagaimana ya mengatakannya. Bahkan jika anakmu itu melihatku, mungkin akan memandangku sama. Wanita tomboy! Tapi, jangan salah.. Tubuhku yang tinggi ini mungkin cocok menjadi model. Itupun kalau aku mau, kalau tidak mau jangan dipaksa ya, Bu calon mertua.. Menantu idaman, tidak harus berparas ayu bak model kan?
     Aku suka menjalin komunikasi dengan Tuhan ku. Menjalankan perintahNya dan yahhhh setidaknya ada laranganNya yang aku hindari. Bukan bermaksud untuk riya, hanya saja aku ini sedang mempromosikan diri sebagai wanita shalehah yang selalu diidamkan mertua dimana pun itu. Tapi maaf, Bu calon mertua, aku ini belum bisa menutup aurat, berhijab. Tetapi, Insya Allah akan tetap menjaga perilaku ku. Atau jangan-jangan, wanita tak berhijab seperti aku bukan menantu idaman mu? Oh GOD! Aku telah gugur sebelum aku bertemu anakmu..
    

     Pada intinya, aku adalah wanita yang tidak seperti wanita lainnya. Lembut, halus. Haaaa, bukan aku tak menginginkan dan berusaha untuk menjadi wanita seperti itu. Hanya saja, ah! Aku tak tau harus mengatakannya darimana. Maaf, Bu calon mertua, aku terlalu nyaman dengan diriku sekarang. Sering berkutat dengan tulisan ku dibanding mencari resep masakan. Atau lebih suka dengan sepatu basket daripada memaksakan kaki tersiksa dengan heels. 
     Untuk calon mertuaku, siapapun dan dimana pun itu. Maaf, untuk ketidaksempurnaanku. Salam, untuk anakmu. Bilang padanya, untuk menghindariku..