Minggu, 01 Mei 2016

Teller itu menantu idaman banget! :)

Halohaaaa semua tau pekerjaan jadi Teller ga?????????
Oh yang itu, yang di bank yaaa. Kasir?
Duh teller.
Kasir!!
Teller!!!
ah serah ah au deh

Ternyata, teller itu banyak menyimpan sejuta pesona. Apalagi untuk para calon mertua. Enggak percaya??????

1. Bisa mengatur keuangan keluarga.
Bagi anda, pencari menantu idaman. Teller adalah salah satunya!!! Kami mampu mengatur keuangan keluarga. Bisa dibuktikan dengan latihan selama bertahun-tahun di tempat kerja kami. Menghitung uang, memisahkan uang pecahan 50an, 100 ribuan dll. Mantapkan? MANTAAAAPPPP!! gimana kata lo aja deh haha

2. Kuat!
Iya kuat. Teller tidak perlu pergi ke tempat fitness apalagi ke tempat perkumpulan senam ibu-ibu sosialita. Nyatanya teller sudah kuat sejak dilahirkan. Mereka dilatih untuk mengangkat beban uang, belum lagi kalau ada yang menukar uang koin. Diangkatlah uang koin itu dari kluis menuju ke depan nasabah. KUAT! Sehingga pantas dikatakan, wanita super!! super enerjik tak terkalahkan.

3. Pintar berdandan.
Katanya, berdandan itu untuk menunjukkan sisi kelebihan kita girls. Teller macam kami ini jago sekali berdandan ditengah kesempitan waktu yang kami punya karena pagi-pagi harus pergi ke kantor. Sampai terlatih bisa melukis alis dengan cepat di kantor. Untung saja tidak pakai eyeliner di motor. Susah dibedain mana orang mana panda. Ga lucu ya... next!!!\

4. Ramah, nyaman, easy going, supel, jaim, menggemaskan.
Karena berhadapan langsung dengan nasabah, teller terbiasa menyapa, memberi salam, menanyakan kabar setelah selesai bertransaksi, kami ucapkan "hati-hati di jalan". Sungguh membuat semua orang nyaman. Mana ada yang menolak kami kan? Sudah ramah, tak pernah marah... Tak bergunjing selalu tersenyum walau angin AC selalu membekukan gigi-gigi kami. Kami rela, ikhlas dan ridho...... Karena kami melayani dengan setulus hati. HIHIHI

Ya masih 4 sih, padahal aku janjikan ada setuja yaaaaa... Ya yang kurangnya itu memang belum muncul ke permukaan. Kalaupun sudah, bisa saja tulisan ini tidak selesai di baca sampai berabad lamanya.
Tulisan ini sejujurnya, untuk menghibur diri sendiri. Karena pada dasarnya, apapun pekerjaan yang kamu miliki, lakukan dengan setulus hati.

Mengeluh pn tak apa, itu wajar. Itulah yang membedakan kamu dengan robot.
Jadi nimati, karena kamu adalah salah satu yang beruntung yang bisa bekerja di saat orang lain susah payah cari uang dan kerja..

Capek memang, iya capek
CAPEEEEEEEEEEEEEEKKKKK MAAAAK :((((

Weekend pasti berlalu....

Badai pasti berlalu...
Masalah pasti berlalu...
Cobaan pasti berlalu....
dan....
WEEKEND PUN PASTI BERLALU!!!

haha... yang terakhir itu yang bikin merinding ya. Dulu, sebelum mulai bekerja dan belum punya penghasilan (pengangguran), mau hari senin, selasa, kamis, jumat, sabtu maupun minggu itu tiada beda. Kerjaannya ya tidur dan nonton drama korea. 
Tapi sekarang, HAHAHAHAHAHAHAAAAAA weekend itu paling dinanti paling dirindu. Tapi sayangnya cepat berlalu. Menyebalkan.

Tiada yang salah memang dengan hari senin. Pikiran kita saja yang terlalu melebihkan sesuatu, ya kan? Ah tidak juga! MEMANG KENYATAANNYA SEPERTI ITU! Senin selalu istimewa, akupun sudah membayangkan bagaimana panjangnya antrian di hari senin. Belum lagi pekerjaan ini itu selepas jam kerja. IHHHH TIDAK!!

Sugesti saja atau bagaimana sih, hari senin itu lama sekali terlewatinya? Misteri!
Sampai sekarang belum terpecahkan. Atau sudah? Coba beri tahu jawabannya.

Perasaan, baru kemarin aku pergi berkencan, besok sudah makan kerjaan. 
Oh Tuhaaaaaan....



Sabtu, 26 Desember 2015

Begini rasanya.....

Aku baru tahu, kalau bekerja telah banyak menelan waktu.

Bertemu ayah ibu jadi jarang kurasa.
Padahal masih serumah.
Pulang bekerja, mandi langsung merebah.
Sedikit waktu untuk berbincang, paling hanya bertegur sapa.

"Namanya hidup, ya kudu kerja Ris. Cari duit buat memenuhi kebetuhan" Katanya.. Kata temanku.

Lelah kurasa.
Jangan ditanya,
Yang sudah bekerja pasti tahu rasanya.
Tapi, masa iya menyerah?

Pulang malam sudah biasa.
Belum lagi jam makan terlewat.
Begitupun jam sholat.
Ya sudah biasa...

Salah satu cara untuk menghibur diri ya dengan bersyukur.
Kalau tidak, bisa jadi kita jatuh tersungkur.
Mana mau kan?
Susah payah cari kerjaan, masa malah diabaikan?

Bersyukur saja.
Lelah ya wajar. Namanya cari penghasilan.
Cari uang ga gampang.
Dulu, kalau minta uang gak diturutin langsung marah.
Sekarang, sadar kalau nyari uang memang susah.

Minggu, 13 Desember 2015

Mantan kekasih...

     Hai, sudah lama tidak bertatap muka. Atau paling tidak kita bertegur sapa, bisakah? 
Bagaimana kabarmu? Sudah menemukan cinta yang baru? Kau ini, terlalu terburu-buru. Padahal cinta kita ini masih bisa bersatu. 

Masih tampan kah kau sampai sekarang? Ku dengar kau makin dipuja wanita, membuatku cemburu saja. Coba kau bisa melihatku sekarang, aku sedang menekuk mukaku. Aku cemburu. Seperti aku yang dahulu, takut kamu diambil yang lain. Ih... posesifnya aku.

Hatiku sekarang berdetak kencang, aku tidak bohong.

Kemarin, aku menemukan poto kita berdua. Berpose mesra, Ingat tidak? Kau yang mencubit pipiku, aku yang merengut? Tidak ya? Ya sudah... Temanku bilang, "Kok masih disimpan? Buang saja." Tapi, aku diam saja. Senyum saja. Aku tidak akan pernah membuang sesuatu yang tidak bisa kuulang nantinya. Aku jawab itu dalam hati, kalau aku bicara temanku pasti marah. Bisa sejam nanti aku mendengarnya.

     Kamu tetap satu-satunya alasan yang buatku ku susah tidur. Benar kata orang, merindu itu memakan separuh waktu tidur kita di malam hari. Idih aku mulai berlebihan ya?
Aku mau menelponmu, itu tidak mungkin! Atau pura-pura salah mengirim pesan? Kan nanti aku seperti anak sekolahan.

Bukan hatiku saja yang bergetar, sekarang aku mulai tersenyum sendiri.

Aku lupa kenapa kita berpisah pada saat itu. Yang jelas, saat itu aku melihat kamu menggandeng wanita lain di depan mataku. Saat ku tanya, kau marah. Aku mengalah saja, percaya..... bahwa yang aku lihat itu salah.

 Sekarang, aku jadi merengut. Aku sedih...

      Sampai sekarang, aku selalu bertanya.."Apa yang wanita itu punya dan aku tidak?" selain dia cantik.... Ah iya, itu. Cantik
Wanita yang rambutnya tebal, panjang terurai indahnya. Mata yang bulat, hidung mancung dan bibir tipis menggemaskan. Sungguh bak malaikat.

Poto kau bersamanya pun, sama mesranya dengan poto kau dan aku dulu.
Tapi kau tak mencubit pipinya, kau menciumnya. Mencium pipi meronanya. Wanita itu kulihat sangat bahagia. Sambil bergaya dengan lucunya. Aku jadi ikut bahagia. Kalian pasangan istimewa.



Kau, mantan kekasihku.
Terima kasih telah pernah buatku bahagia.
Walau akhirnya, aku yang tlah kau buat terluka. Kecewa.
Tidak apa, memaafkan mu mudah.
Dan yang tersulit, adalah melupakannya...

Selamat dengan cinta yang baru.
Kalau aku jadi wanita itu, aku beruntung sekali memilkimu.
Tak akan aku lepaskan...
Tak akan aku tinggalkan...



Senin, 07 Desember 2015

NIKAH

"wah, udah lulus ya.. tinggal nikahnya aja nih."
"Umur udah pas tuh buat nikah"
NIKAH
NIKAH NIKAH
NIKAH NIKAH NIKAH

Stop it!!!
Hahaha ada banyak yang harus dipertimbangkan untuk menikah. Setiap orang punya impiannya masing-masing, mendesain sedemikian rupa bagaimana menikah nantinya. Ada yang ingin meniti karir dulu, atau ada yang "oke, kita sama-sama cari rejekinya", atau malah ada yang belum nikah karena masih jomblo.....masa iya nikahin payung? HEEEE maaf mblo ga maksut.

Menikah itu, idaman setiap manusia di dunia. Berkeluarga, memiliki suami, anak-anak yang lucu. Siapa coba yang enggak mau nikah sama pria idamannya? AHAY!!
Tapi menikah bukan hanya menyatukan perbedaan antar dua kelapa, KELAPA? kepala maksutnya. Bukan menyatukan dua hati saja. Tapi menyatukan keluarga satu dengan keluarga yang lain. Apalagi kalau keluarga doinya banyak bejibun, ngapalinnya mesti teliti. Ini sepupunya, ini kakaknya sepupunya mamahnya dia, ini anaknya paman yang nikah sama anak kedua dari neneknya dia. Nah!!!

Sejujurnya, usia memang bukan penghalang kita buat nikah ya guys. Mau muda, tua. Yang penting mah udah siap lahir batin. Insya Allah perjalanan pernikahannya mulus terus jossss! Hehehe
Selamat bagi kalian yang sudah menempuh kehidupan yang baru. Memasak bukan untuk kalian sendiri, tapi untuk pasangan juga. Berbagi tempat tidur (ini nih enaknya wkwkwk), bercanda gurau, bercengkrama dengan indahnya di bawah sinar rembulan sambil menatap bintang di sekelilingnya. Aduhay rasanya...

Jangan tanya, kapan aku menikah.
Tolong jangan tanya itu.......