Rabu, 13 November 2013

Bila saja cinta...

Bila saja cinta semanis teh. Dia begitu hangat, begitu manis dan menggoda untuk aku cumbu bersama pagi.
Bila cinta sebiru lautan. Bagaimana yah mengatakannya? Entahlah, yang pasti dia mampu membuatku terhanyut di keindahannya.
Bila cinta selembut sutra. Dia mampu memberiku rasa nyaman saat bersamanya. Cinta yang lembut, yang mampu menggugah hasrat.
Bila cinta seelok senja. Aku pasti akan memandanginya dalam waktu yang lama. Tak henti berdecak kagum, betapa indahnya.

Bila saja cinta mampu menunjukkan dirinya, aku tak perlu lagi mengulur waktu untuk mengatakannya.
Bila saja cinta mampu berdiri sendiri, aku tak perlu membuang waktu untuk menjaganya.

Dan pada kenyataannya, itu hanya lah "bila". Cinta tak semanis teh, sebiru lautan, selembut sutra bahkan seelok senja.
Bukan aku tak percaya pada indahnya cinta, aku hanya bosan pada lirik hidupku yang terus bergumam soal cinta.
Cinta adalah variasi kehidupan yang menyenangkan dan kadang menyakitkan.
Biarlah, mungkin itu cara cinta berkembang biak.
Mari tulis soal kebencian atau apapun. Tapi tak banyak orang menyukainya. Tak seperti cinta yang mampu merasuk dalam jiwa manusia :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar