Kamis, 16 Agustus 2012

GIRLS BEFORE FLOWERS


Cerita ini di mulai di kota terpencil yang penuh dengan keterbatasan tetapi bebas dari jahatnya polusi dan kriminalitas. Di Universitas ini, Universitas Huruhara, Riris (gw) , Dea, Elsa dan Indri menuntut ilmu. Kami berempat merasa bahwa kami berempatlah cewek-cewek terkece, tergaul, yang ada di Universitas Huruhara.
Dea adalah cewek tomboy dan paling tidak tahu malu, dia sering sekali membuat kelucuan hmmmm lebih bisa dibilang keanehan sih hihi dia adalah ketua dari geng yang kita sebut G4 (baca:jifor). Kita bertiga memilih Dea menjadi ketua karena dia memang yang paling tua diantara kita berempat. Dia memiliki postur tubuh yang tinggi dan atletis. Waw! Tak heran, banyak pria yang ada di universitas ini pernah menikmati dahsyatnya pukulan Dea. Tapi, dia sangat baik kepada teman dan sesama J.
Anggote pertama dari G4 adalah Elsa. Cewek satu ini sangat lembut dan feminim, dia menyukai warna ungu dan pink. Di dalam tasnya, yang tak lain dan tak bukan adalah berisi kaca dan sisir, kalau lo berutung, lo bakal nemuin lipgloss hahah :D Bisa dibilang dia adalah anggota yang paling perfect dalam berbusana, santun dalam berbicara. Tak heran banyak pria yang mengejarnya.
Anggota berikutnya adalah Indri. Anggota satu ini bisa dibilang simple, dia hanya memakai jeans dan kaos saja. Dia sangat aneh tetapi asik. Dia juga asli sunda dan selalu memakai aksen sunda pada tiap percakapannya. Sungguh mengagumkan!! Hhih
Dan yang terakhir adalah GW! Gw adalah seorang cewek dan gw adalah maknae (sebutan untuk anggota paling muda pada budaya korea). Dan selanjutnya, biarkan aku sendiri yang tahu apa aku ini sebenarnya :p

Di kantin yang penuh dengan berbagai orang..
 “Ih Dea, lo kok pake baju ungu ituh sih, sini buat gw aja yah?” Kata Elsa manja seraya mengelus-elus pundak Dea.
“Deuh, apa sih pegang-pegang gw jdi curiga sama lo, jangan-jangan looo…..” Ledek Dea, belum sempat melanjutkan pembicaraannya tiba-tiba datang Indri.
“Haduh parah banget!!” Kata Indri sambil menarik-ulur nafasnya.
“Kenapa atuhhhh?” Tanya gw mengikuti logatnya.
“Ih Riris, itu kan bahasa gw! Udah paten!!”
“Kenapa emangnya sih, kaya abis lihat hantu aja!” Tanya gw gusar.
Indri hanya menarik ulur nafasnya, mungkin karena kecapean berlari sejauh 30KM haha :D kami bertiga yang menyaksikanpun ikut menarik ulur nafas kita masing-masing juga. Entah apa yang dilihat Indri. Tapi gw penasaran.
“Udah atuh, buru ikut gw aja. Cepet lari yah! Takut keburu pergi!” Ajaknya dengan semangat.
“Lari? Ihhh, entar keringetan tahu! Baju gw jadi jemuran tau.” Kata Elsa sambil membereskan poninya.
“Aduh jangan repot-repot, pake kendaraan gw aja!” Usul gw sambil menatap serius.
“Kendaraan? Kendaraan apaa? Perasaan kita bareng-bareng kemari jalan deh tadi” Kata Dea sambil mengkukur-kukur rambut pendeknya.
“Noh ada naga terbang, gw parkir di samping kantin, dia ghoib, Cuma sang mpunya yang bisa lihat.” Jawab gw seenaknya.
Teman-teman merasa terbodohi, mereka langsung berlari mengikuti jejak Indri, seperti Video klip Peterpan saja J. Gw menyusul mereka sambil berakting seperti gw lagi terbang.
“Nih liat gw, cepet kan naik naga terbang? “ Kata gw sambil melentangkan tangan seperti terbang.
“SAKIT JIWA!!” Teriak Dea, seraya menggetarkan dunia dan isinya.
Akhirnya sampai juga di depan ruang dosen setelah 5 jam menempuh perjalanan. Hanya perlu diketahui, kampus Huruhara ini memang sangat luas, sampai kalian pun boleh membawa naga terbang, harimau animasi, ataupun property yang membuat kalian lebih cepat. Hey hey! Back to topic!!
“Yah kan pergi, kalian sih gak pake naga terbang aja!” Dengan nada kesalnya Indri menunjukkan ekspresi kekecewaan.
“kita udah lari-lari, sampai gak tahu sepatu gw mental sebelah dan parahnya sekarang gw baru sadar kalau gw daritadi lari pake sepatu di kaki kanan doang!” Kata Dea sambil menunjukkan sepatunya yang hanya tinggal sebelah.
“Tadi ada benda yang nimpuk muka gw gitu, sekilas sih kaya sepatu tapi gw ga yakin, gw lagi focus lari nih. Apa jangan-jangan..” Elsa curiga.
“Berarti sepatu gw itu!” Jawab Dea mudah dan ringan. Dan Elsa hanya pasrah menerima nasib. Sabar yah Sa J
“Menakjubkan!!” Kata gw.
“Kenapa kenapa?” Tanya Indri sambil menyodorkan wajahnya ke wajahku.
“Deuhh, minggir dong mukanya!! Ini naga terbang gw lahap bener makannya. Tuh lihat!!” Jawab gw sambil menunjuk ke arah entah kemana.
Dea, Elsa dan Indri mengikuti tunjukan jari tangan gw dan mereka sama-sama bilang : STRESSSSS!!!
“Yaudah deh, emang ada apa sih Ndri sampai kita ini disuruh ngikutin lo?” Tanya Elsa penuh dengan kelembutan.
Dea sibuk dengan memelototi sepatunya dan gw sibuk memberi makan My Dragon (Naga terbang).
“Tadi itu ada anak management jualan kelomang tau! Lucu-lucu, tadi ada yang digambar kaya spongebob gitu. Dan karena kalian kelamaan, tuh orang jualannya jadi pergi entah kemana!” Jawab Indri penuh dengan keentengan dan kita bertiga tertunduk dan berjalan menghindari Indri dan kami serempak melihat pria yang jaraknya hanya 10 meter di depan kita. WAW!!!
“OMG!!! Keren banget tuh cowok! Anak kedokteran yah?” Kata Elsa memandang ke arah jam 16:45.
“Mana mana mana….”
OMG!! Pria tambun memakai celana bahan, berambut cepak, dan putih itu akan menjadi pelabuhan hati Elsa. Pria yang tak diketahui namanya itu menuju kepada Elsa, akankah? Mungkinkah? Ternyata pria itu hanya melintas saja. Kuukur, tinggi badannya hanya sebahu gw. Benar-benar bukan tipeku.
“Ih kok, melengos gitu aja?” Kata Elsa sambil memajukan bibirnya yang mungil itu.
“Apa deh, parah banget cowok macam begitu lu demenin.” Kata Dea sambil mengacak-acak rambut Elsa.
“Ihwaw!! Elsa itu ISTIMEWA yah!!” Kata Indri ikut menambahkan.
Gw yang (masih) sibuk bermain dengan naga terbangku, terpaksa harus mengikuti pembicaraan yang asyik dan menyenangkan ini. Gw hanya mengangguk ketika gw setuju dan menggeleng saat gw gak tau mesti ngapain.
“Dia itu macho abis.” Kata Elsa sambil menaruh kedua tangannya di dadanya.
“APA?” Teriak kami bertiga serentak.
“Pokoknya gw mesti tau nama tuh cowok.” Kata Elsa sambil tersip malu.
Sekarang tepat pukul 11:20, saatnya kembali ke kelas untuk mendapat pencerahan berikutnya. Sebelum ke kelas, kita mencari sepatu Dea yang hilang dan ditemukan oleh sang pria tambun itu.
“Nih sepatu lo kan? Nama gw Yuda. “ Kata cowok yang tadi Elsa lirik.
Dea hanya berterima kasih abis itu melengos deh ke kelas.. padahal jantungnya sedang berdetak kencang dan takut kedengeran sama si Yuda itu. Oh so sweet :*

Di Kelas yang sempit..
“Kenapa coba bukan sepatu gw aja yang mental?” Tanya Elsa sambil merapihkan rambutnya dengan sisir ungu nya.
“Jangan, Sa. Sepatu lo yang mental, muka gw yang kena tuh dahsyatnya sepatu.” Kata gw sambil melirik sepatu Elsa.
Elsa pun ikut melirik sepatunya dan melirik ke arah gw sambil menunjukan senyumnya yang maksa.
“Hehe sepatu gw kan wedges yah Ris, pasti asik banget kena muka.” Kata nya dengan mudah.
“HAHAHAHAHAHA terus gw mesti nari jaipongan sama Muzdalifah kalau sepatu lo wedges?” Tambah gw dengan nada kesal.
“Udah atuh ribut melulu. Da gw mah bingung, kenapa Elsa mau mentalin sepatunya?” Tanya Indri menggunakan aksen sunda J
“Ya biar si… siapa tuh De namanya, hemmm oh iya si yuda, ya biar si yuda itu yang ngambilin sepatu gw. Terus kita kenalan, ga kaya nih anak satu yang sok gak mau kenal sama cowok macam itu!” Kata Elsa sambil melirik Dea yang sedang senyum-senyum sendiri.
Dea hanya diam saja dan masih tetap senyam-senyum sembari menulis nama “YUDA” di bindernya. Rupanya Dea juga terpesona saat Yuda mengembalikan sepatu Dea yang tertinggal, seperti cerita Cinderella saja. Oh co cwittt :*
“Hayooo!!! Ternyata lo juga naksir Yuda?” Tanya Indri.
“A…ap..aapa sih, gw lagi nulis-nulis aja. Lagian Yuda itu nama keponakan gw tau!!” Bantah Dea sembari gugup.
Elsa menghampiri Dea dan menggebrak meja dimana Dea duduk. BRAK!!! Begitu kerasnya sampai membuat gw dan Indri hampir jantungan!
“Sakit tangannya L..” Kata Elsa sambil memegang telapaknya yang mulai kemerahan.
“Haha lagian kurang kerjaan sih” Kata Dea.
“Diem lo, gw lagi ngobrol sama tangan gw tau!!” Kesal Elsa.
Gw, Indri dan Dea hanya bengong sambil melihat Elsa megelus-elus tangannya dan berjanji akan membawanya ke puskesmas kalau tangannya tak kunjung berubah warna kembali ke warna asalnya. Sepertinya tangan itu menurut, ajaib! Telapak tangan elsa kembali normal!
“Lo naksir kan sama yuda? Gw tau lagi pas dia nemuin sepatu lo, lo ngelit mata dia kaya gimana gitu” Nyerocos Elsa kesal.
“Lo tahu kenapa gw liat matanya? KARENA ADA BELEKNYA!!’ Teriak Dea, kembali menggoncangkan dunia.
Gw dan Indri hanya melongo! Kok bisa belek yang sekecil itu bisa terlihat dengan jelas. Ada yang tak beres dengan pengakuan Dea. Hemmmmmm…
Ternyata dosen yang ditunggu tak datang juga, setelah lama berdebat, kami memutuskan untuk pergi ke taman. Taman? Emang kampus gw ada taman? Yah, ketimbang buat nambahin biar gaul aja kaleeeeeeee.
Di parkiran yang kita anggap sebagai taman..
Tiba-tiba sang impian kedua teman gw datang dengan membaw tak backpack nya, terlihat gagah dengan buku yang tertenteng di tangannya. Gw lihat Dea dan Elsa tak bisa melepas pandangannya ke arah yuda! Ya Yuda!!
“Hy Yuda, mau kemana?” Tanya dea manis. Kami bertiga shock dibuatnya.
Yuda hanya melengos pergi dan seketika Dead an Elsa mengejarnya. Gw dan Indripun tak mau kalah cepat dengan mereka.
“Berat yah, sini akau bawain” Kata Elsa smbil menarik paksa buku yang dipegang Yuda.
“Duh, kamu pasti keringetan kan panas-panas gini jalan, entar gantengnya ilang.” Kata Dea menyahut.
Gw dan Indri bingung dibuatnya, kami hanya bisa melihat keanehan dua manusia ini. Gw jadi bingung, cowo tambun dan pendek itu ternyata idola para wanita. Yang gw tahu, standar pria idaman Dea dan Elsa itu high class tapi kok sekarang? Haduhhh!!
“Eh kalau dilihat-lihat mirik Gayus Tambunan yah Ris?” Tanya Indri sambil terus mengamati wajah Yuda.
“OMG!! DOUBLE WOW!! Tumben banget smart, iya eh mirip, mirip banget!!” Seruku.
“Yuda, boleh minta nomer hp lo gak?” Pinta Dea sambil mengeluarkan HP nya.
Yuda yang pasang tampang cool dan bergaya (bayangin aja seorang gayus tambunan bergaya so cool, lucu!) mengetik nomernya di HP Dea, Elsa yang suka Yuda pun manyun dibuatnya. Tetapi si Gayus KW super itu ngeloyong pergi dengan gaya so’ cool nya.
“Entar gw sms yah?” Teriak Dea dengan girangnya.
“Jangan bangga dulu deh, baru punya nomernya! Bentar lagi gw bakal milikin hatinya!” sewot elsa, dea pun hanya bisa senyum-senyum seraya HP masih digenggamnya di depan dadanya.
“Lo berdua tuh sadar dong! Yuda tuh kaya gayus tambunan tau!” Kata gw sambil bengong. Dan Indri hanya mengangguk setuju
“Jangan sembarangan ngomong! Dia itu maco banget! Lo gak liat pipinya yang seksi itu!!! Itu keren tau! Cowok maco emang gitu!” Bentak Dea sambil melototkan matanya ke arah gw, gw langung berlindung di belakang Indri.
“Iya, dia itu perfect banget. Tatapan matanya, bibirnya, tubuhnya. Ya Tuhan, rasanya gw pengen banget nge-date bareng dia!!”
Gw dan Indri semakin mual saja mendengar deskripsi tentang Yuda tadi. Mereka ini terkena guna-guna atau apa? Akhirnya kami memtuskan untuk pulang…
Keesokan harinya di tempat dan dengan pakaian yang sama karena krisis air memaksa kami untuk menghemat air dengan cara menghemat mencuci J..
“Gw serahin Yuda ke elo, De..” Kata Elsa pasrah.
“Gak, gw sadar gw salah. Gw muna! Gw udah bilang gw ga suka nyatanya gw suka! Lo yang lebih mencintai dia, lo yang dulu ngelihat dia!” Jawab Dea memelas.
“Kalian kenapa sih? Kemaren aja berebut, sekarang malah pada ngalah.heran gw!” Kata Indri.
“Gw sedih juga, tadi malem naga gw mati karena nahan boker. Ini semua salah gw ngelarang dia boker!! Ini salah gw!” kata gw seraya bersedih. Tetapi tatapan 3 pasang mata langsung meusuk ke arah mata gw dan itu membuat gw berhenti mengeluh. Huuuu naga ku yang malang..
“Jadi ceritanya, tadi gw ngasih nomer Yuda juga ke Elsa, kita bikin taruhan siapa yang berhasil ngajak Yuda nonton dia pemenangnya.” Jelas Dea.
“Terus kalian berdua menang?” Tanya Indri penasaran.
“Bukan! Bukan itu nih baca smsnya.” Kata Elsa sambil menyerahkan hp nya ke gw.
Percakapan Elsa dan Yuda di sms :
Yuda : Corry ru repzz. Oh nIe ELsha anag Ilkom yah, paz tadi siank ketemu???!
Elsa : ini bener yuda?
Yuda : YUPzzz. kenapHa ciw? Gag percaya yagh?
Elsa : ALAY banget tulisan lo.
Yuda : Lo yg ALAY daszar. Inie Gy ngeTrent beud di Daerah w! u jngnd ngjeg w! w gag mao lagy dapet smz dari U. ALAY dazar! Gag tauk mode bgd! Pelizz Gag usah kamseupay!
Elsa : Tiap hari mesti deh lo nonton putih abu-abu?
Yuda : Pazti beud!! Sinetrond ito emng baguz beud. Gaholzzz!!! Lo alays!! HIDUP putih abu-abu!
Elsa : ASTAGFIRULLAH..
Hahahah gw dan Indri jadi ngakak dibuatnya. Ternyata mereka mengidolakan kaum GAUL! Hahahah :D sampai saat ini Dea dan Elsa harus mengecek pria dengan hati-hati lagi J




4 komentar:

  1. Parah banget dah, gue sama elsa jadi korban wkwkwkwkwkwkwk...

    BalasHapus
  2. hahahaaaaaaaaa :D tapi romantis kan ya kan? hahah

    BalasHapus
  3. speechless -_____-
    kapan gue pake wedgesnya yaaak?
    parah gayus jadi rebutan gue am dea ahahhahaha :D

    BalasHapus
  4. Hihi sabar yah ca :)) just for fun kok ini :p nanti dibikinin yg lebih unyu lagi :)

    BalasHapus